Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-266

Hadeging Nagari Ngayogyakarta

Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-266EDSTUDIO.ID – Dengan tajuk ‘Mengupas Kejuangan Pangeran Mangkubumi’ acara peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadinigrat ke-266 sukses digelar pada hari Senin, 15 Maret 2021 pukul 19.00 WIB. Acara ini dipersembahkan oleh Paniradya Kaistimewan DIY, Tirta Kelapa Art Space dan juga Sekber Keistimewaan DIY. Dalam acara tersebut, tim Ed Studio turut berpartisipasi untuk mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan.

 

Acara yang diselenggarakan di Sanggar Tirta Kelapa Art Space, Purwobinangun, Pakem, Sleman ini dihadiri oleh kurang lebih tiga puluh tamu undangan termasuk para pejabat yakni Biro Organisasi Sekda DIY, Dinas Kebudayaan DIY, Biro Tapem, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Karanganyar, Dinas Kebudayaan Sleman, Kapanewon Pakem, Lurah, Polsek, Koramil, dan Bupati Sleman. Acara yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube Paniradya Kaistimewan ini tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yaitu dengan menggunakan masker, penggunaan hand sanitizer, serta menjaga jarak.

Ngayogyakarta Hadiningrat ke-266

Acara Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta ke-266 ini dipandu oleh pembawa acara Widihasto Wasana Putra dengan pembukaan persembahan tari Sekar Pudyastuti oleh sekelompok penari dari Sanggar Namas Teja Buana serta pemutaran video dokumenter Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Acara juga dimeriahkan dengan ditampilkannya kesenian tradisional seperti tari-tarian, dan seni gejog lesung oleh kelompok seni Gejog Lesung Niti Budaya. Sementara acara inti dikemas dalam talkshow yang dihadiri oleh dua narasumber yakni F. Galih Adi Utama, MA. (dosen Fakultas Sejarah Universitas Sanata Dharma) dan Y. Lilik Subiyanto Dwijasusanto, M.Hum. (Pengamat Budaya).

 

 

 

Talkshow tersebut mengusung topik nilai-nilai kejuangan Pangeran Mangkubumi dengan  poin-poin penting tentang setya tuhu, bela negara, lembah manah serta warisan pemikiran-pemikiran Pangeran Mangkubumi yang masih sangat relevan di era sekarang seperti watak pandita dan ksatria.

Buka Juga : Dokumentasi Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Ke – 266

Lilik menjelaskan bahwa watak ksatria dan pandita menjadi kunci Pangeran Mangkubumi dalam berpikir dan mengambil tindakan. Pangeran Mangkubumi sejak remaja sudah menerapkan setya tuhu pada guru yakni menjalankan ajaran guru dan melakukan lebih dari yang dituntut oleh para guru. Pangeran Mangkubumi sebagai pejuang muda sangatlah tajam dalam melihat persoalan, rapi dalam menata dan tidak grusa-grusu. Selain itu, Pangeran Mangkubumi juga memiliki watak tegsa yang berarti tegas dan terukur. “Kalau harus dilawan ya dilawan!” tegas Lilik.

Yogyakarta

Lilik menambahkan bahwa Pangeran Mangkubumi memiliki watak tyasa yang berarti memberdayakan. Pangeran Mangkubumi dalam manajemen pertempuran melibatkan seluruh elemen perjuangan semesta yang tidak hanya kelompok yang berpotensi direkrut tapi semua diberi ruang untuk berdaya sehingga hasilnya luar biasa.

 

Sementara itu, Galih mengungkapkan bahwa spirit keteguhan hati dan konsistensi perjuangan Pangeran Mangkubumi masih sangat relevan dengan kehidupan sekarang serta menjadi refleksi yang penting mengenai sejarah untuk bekal mengawal praktik kehidupan yg penuh carut marut politik.

 

“Ketika kita belajar sejarah, kita tidak akan pernah luput dari yang namanya sumber sejarah. Banyak sekali kabar yg tidak tentu arah. Dari ilmu sejarah kita belajar latar belakang terjadinya sesuatu,” papar Galih.

Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta

Dengan diadakannya talkshow Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-266 ini, diharapkan para generasi muda dapat meneladani nilai-nilai kejuangan Pangeran Mangkubumi dalam mengawal praktik kehidupan.

Hadeging Nagari Ngayogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *